KARYA SENI

Dalam 20 Menit, Lukisan Leonardo da Vinci Laku Rp 6 T

Bahkan setelah kematiannya hampir lima abad yang lalu, Leonrdo da Vinci tetap dianggap sebagai salah satu seniman besar sepanjang sejarah manusia. Karya-karya da Vinci pun begitu diburu banyak orang, sehingga tak heran sampai bernilai fantastis. Terbaru, lukisannya dari tahun 1505 bernama Salvator Mundi atau berarti Juru Selamat Dunia yang memperlihatkan potret Yesus Kristus itu laku dengan harga luar biasa.

 

Tak main-main, dalam lelang yang dilakukan Balai Lelang Christie di New York hari Rabu (15/11) waktu setempat, lukisan itu terjual dengan harga 450,3 juta dolar Amerika (sekitar 6 triliun rupiah). Pihak Christie sendiri membuka harga untuk lukisan berjuluk ‘Leonardo yang Hilang’ itu dengan nilai 1,3 triliun rupiah. Hingga akhirnya melalui proses lelang alot lewat telepon selama 20 menit, ‘Sang Kristus’ pun laku.

 

Bicara soal Salvator Mundi, lukisan yang dibuat saat da Vinci berusia 53 tahun itu pernah jadi milik Raja Inggris, Charles I serta Raja Louis XII dari Prancis dan kemudian mendadak lenyap dari Bumi. Pada tahun 2005, lukisan ini ditemukan dan sempat ingin dijual tahun 2012 dengan Museum Seni Dallas satu-satunya yang tertarik membeli. Tahun 2013, Sotheby’s menjualnya secara pribadi senilai 80 juta dolar kepada pedagang seni Yves Bouvier yang kemudian dibeli lagi oleh kolektor Rusia bernama Dmitry E Rybolovlev dengan harga 127,5 juta dolar Amerika (sekitar Rp 1,7 T).

 

Kini lukisan yang dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar abad ke-21 itu punya harga berlipat. Detik melaporkan bahwa penemu Salvator Mundi di tahun 2005 adalah seorang dealer seni bernama Robert Simon saat mengambil lukisan togel online yang terbungkus di rumah pemerhati seni, Dianne dan Mario Modestini di New York.

 

Kalahkan Lukisan Karya Picasso

 

Dalam penjelasannya, Mario Modestini rupanya membutuhkan waktu enam tahun untuk memulihkan lukisan yang sudah rusak dan kabur itu. Menurutnya, lukisan yang bergaya da Vinci itu dilukis oleh sang pengikut maestro besar tersebut. Mario mulai me-retouch lukisan itu dengan membenahi area yang rusak parah termasuk bagian mata dan bibir ‘Kristus’.

 

Sebelum terjual dengan harga fantastis, tak banyak yang tahu kalau Salvator Mundi pernah terjual hanya dengan harga 60 dollar pada tahun 1958 atau cuma setara seratus ribu rupiah di masa itu. Dengan harganya yang luar biasa, maka lukisan da Vinci ini mengalahkan karya Pablo Picasso, Les Femmer d’Alger. Di mana lukisan yang terjual pada tahun 2015 itu laku dua triliun rupiah. Meskipun banyak yang mempertanyakan keasliannya, Salvator Mundi memang benar-benar dibuat tahun 1505 oleh sang maestro lukisan dunia itu.

 

Sang Pembeli Adalah Orang Asia?

 

Setelah terjual dengan harga fantastis, publik pun penasaran dengan sosok pembelinya. Hanya saja dalam proses lelang lewat telepon yang diselenggarakan Christie itu, nama sang kolektor beserta asal negaranya tidak disebutkan. Hanya saja media Guardian hari Jumat (15/11) menduga kalau sang pembeli adalah pemain lama dalam dunia kolektor seni.

 

Ada yang bilang kalau sang pembeli berasal dari Asia hingga Timur Tengah. Beberapa dugaan kalau Museum Louvre Abu Dhabi memang memburu Salvator Mundi menguatkan hal itu. Namun ada juga yang menyebut jika miliarder asal China sekaligus pendiri Long Museum di Shanghai yakni Liu Yiqian adalah sosok yang memenangkan lelang. Dalam beberapa tahun terakhir, Yiqian memang rajin memburu karya seni termasuk lukisan telanjang Amedeo Modigliani senilai 170,4 juta dolar (sekitar Rp 2 T) tahun 2015 silam.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *