Ini Alasannya Mengapa Film-Film Marvel Selalu Laris Manis

Memang tak dapat disangkal bahwa dalam 1 dekade terakhir ini Marvel Studios mendominasi pasar Hollywood lewat film-film bursatogel superheronya. Dengan andalannya, Marvel Cinematic Universe, pelan tapi pasti Marvel terus mengungguli waralaba-waralaba superhero lainnya dalam daftar box office.

 

Pada perilisan film Thor: Ragnarok baru-baru ini misalnya, Marvel sukses meraup pendapatan hingga sebesar USD 121 juta. Hingga saat ini MCU telah mengumpulkan hingga sebesar USD 13 milyar sejak 2008 saat Iron Man pertama kali dirilis yang menjadi pembuka seri-seri film superhero Marvel lainnya.

 

Alasan film Marvel selalu sukses

Jadi apa sesungguhnya yang membuat film-film dari Marvel laku keras di pasaran? Inilah ulasannya  untuk Anda.

 

Setiap filmnya unik dan berkarakter

Secara umum hampir semua film Marvel sebelum perilisan Avengers tak pernah berpaling dari versi lamanya. Walaupun demikian tetapi para creator tak pernah ragu untuk melakukan eksperimen dan inovasi pada film-film superhero-nya.  Salah satunya adalah dengan memberikan genre yang beragam serta memberi kebebasan penuh kepada sang sutradara untuk menuangkan kreativitas dengan karakternya masing-masing.

 

Contohnya adalah Guardians of the Galaxy yang bergenre komedi, Spider-Man: Home Coming yang dibuat dengan fresh untuk lebih menarik segmen anak-anak muda, dan tak ketinggalan Thor:Ragnarok yang diarahkan oleh Taika Waititi yang sanggup membawa penonton terpingkal-pingkal tanpa namun masih tetap seru. Coba bandingkan dengan Paramount yang terlihat jalan di tempat dengan Transformer-nya yang mulai membosankan, dan juga Disney yang tak lagi dapat menemukan hal menarik dari waralaba Pirates of the Caribbean selain tokoh Jack Sparrow.

 

Memberi kesempatan sutradara muda

Kevin Feige, orang nomor 1 di  Marvel tak ragu untuk memberi kesempatan bagi sutradara-sutradara muda untuk membesut film-film superheronya. Sejujurnya, James Gunn, Jon Watts, serta Taika Waititi adalah sutradara yang filmnya belum pernah mampu meraup jutaan dolar di pasaran.

 

Tetapi Marvel tak ragu untuk “berjudi” dan anehnya selalu berhasil. Para sutradara muda tersebut mendapat kebebasan penuh yang sekaligus menjadi kesempatan untuk berkembang bagi mereka dengan film-film superhero.

 

Teknik marketing inovatif

Segala keunggulan film-film Marvel tersebut tentu tak bisa sukses di pasaran bila tak ditunjang pemasaran yang jempolan tim marketingnya. Untuk promosi film Thor misalnya, yang tak ragu menunjukkan pertempuran antara Thor dengan Hulk. Lalu pada film Black Panther, tone trailernya dibuat sangat berbeda, kental dengan hal-hal yang berbau Afrika dan suasana perang sekaligus politik yang lebih intens.

 

Tak bernafsu memproduksi sekuelnya

Film  yang mendapat sambutan hangat saat dirilis seringkali dalam waktu singkat diproduksi sekuelnya. Hal ini tak terjadi pada Marvel, demi meraih lebih banyak penonton MCU cenderung lebih santai untuk menggarap sekuel sebuah film.

 

Ada kebiasaan dimana Marvel “menyelipkan” sebuah film baru pada film yang tengah dirilis sebagai petunjuk bagi penonton yang sedang menunggu-nunggu sekuel film favoritnya. Strategi demikian ini tergolong efektif mengingat Marvel mempunyai banyak kisah superhero yang diangkat ke layar lebar.

 

Infinity War  yang semakin dekat waktu perilisannya

Bagi para penggemar film  superhero Marvel tentu sudah mengetahui bahwa seluruh deretan film MCU mempunyai keterkaitan antara satu dengan lainnya yang mungkin akan berakhir pada film Avengers: Infinity War. Semakin dekat dengan waktu perilisan film tersebut para fans semakin tak ingin ketinggalan tiap detil cerita sehingga mereka tak ragu-ragu datang beramai-ramai ke bioskop untuk menyaksikan film Marvel.

 

Nah, selamat menonton.