Butuh Drama Thailand yang Lucu? Tonton Bangkok Traffic (Love) Story

Masa masa karantina Mandiri di rumah ini memang bisa menyebabkan tingkat kebosanan meningkat dengan pesat karena tidak bisa kemana-mana.  Keterbatasan ruang untuk bergerak juga membuat kita cenderung untuk merasa lebih bosan karena tidak mendapatkan hiburan. Namun jangan salah sebenarnya kita bisa menonton beberapa film lama yang masih bisa ditonton dan masih menghibur juga. salah satunya adalah film drama komedi dari Thailand berjudul Bangkok Traffic (Love) Story. Apakah anda sudah pernah nonton? 

Film Bangkok Traffic (Love) Story

Film Bangkok Traffic Love Story yang pernah dirilis pada tahun 2019 silam mungkin lebih mirip dengan film televisi di Indonesia yang biasanya tayang di pagi hari untuk menemani para Ibu memasak di rumah ataupun para ibu muda yang sedang menjaga anak-anaknya. 

Namun yang unik adalah film ini bisa dibilang receh, cukup norak, dan juga memiliki plat kisah yang sederhana dengan alur yang dibuat ala cerita cinta sinetron ataupun telenovela. walau demikian film ini untuk sesaat bisa membuat para penonton terhibur bahkan tertawa untuk melepas penat dan juga bosan akibat pembatasan sosial dan juga tumpukan pekerjaan selama di rumah saja. 

Ulasan Film Bangkok Traffic (Love) Story

Bangkok Traffic (Love) Story Sendiri berkisah tentang kegundahan dan Mei Li (Cris Horwang) yang menyukai seorang pria yang menjadi idaman nya yang bernama Loong (Theeradai Wongpuapan) secara diam-diam.

Kisah dari drama komedi ini bermula dari Mei Li yang mengalami kesepian setelah semua sahabatnya menikah dan kemudian meninggalkan dirinya yang tetap melajang tanpa kekasih toto togel online pada usia 30 tahun. kemudian kehidupannya sekarang hanyalah bekerja di Bangkok yang padat dan juga macet. 

Sampai pada suatu hari ia mengalami kecelakaan Kemudian bertemu dengan Loong. Sejak saat itulah pertemuan demi pertemuan tanpa disengaja mendekatkan mereka sampai akhirnya Mei Li menyadari bahwa ia menyukai pria itu walaupun keduanya terpisahkan oleh kehidupan masing-masing.  kehidupan masing-masing yang dimaksud itu adalah Mei Li bekerja dari pagi sampai dengan malam, namun Loong bekerja dari malam sampai pagi. 

Sebenarnya inti dari kisah film ini sangat klise, yaitu tentang perempuan yang sedang jatuh cinta diam-diam pada seorang pria tampan namun merasa “kalah saing”  dan juga tidak yakin bahwa cintanya akan berbalas. kemudian Hal itu membuat Mei Li berjuang untuk mendapat Loong, atau dirinya terpaksa menuruti keinginan keluarganya untuk dijodohkan karena usianya yang sudah menginjak 30 tahun namun belum juga memiliki kekasih.

Akan tetapi anda jangan terkecoh dengan kata-kata klise dan juga Mbak sinetron yang tadi disebutkan karena cerita film ini sebenarnya menggambarkan kegundahan sebagian atau sebagian besar orang Asia, yang berkarir di kota besar, lajang, dan sudah berusia 30 tahun.  pertanyaan-pertanyaan seperti kapan menikah sudah pasti rajin keluar dari mulut anggota keluarga ataupun Tetangga, jika anda hidup di lingkungan yang tergolong kepo. 

Kondisi menyebalkan tersebut tidak terasa semakin sesak ketika teman-temannya ataupun sahabat sebaiknya sudah melangkah menuju babak kehidupan baru dengan menikah. “ mereka sudah punya pasangan, kenapa jodoh saya tak kunjung datang?” itulah pertanyaan yang kemudian sering muncul di benak para Mei Li yang mana digambarkan dengan cukup baik  oleh Cris Horwang. 

Maka, Wajar saja saat kegunaan dan juga rasa insecure terhadap situasi itu terkadang menimbulkan pertanyaan, “ apakah dia jodoh saya?” saat bertemu sosok yang dianggap memenuhi kriteria. dan hal itulah yang digambarkan dari hubungan Mei Li dan Loong.