Harry Styles Makin Mantap Jajaki Dunia Seni Peran

Mantan personel One Direction, Harry Styles, dikabarkan mulai menjajal profesi baru. Setelah menjadi personel boyband One Direction yang sempat menjadi booming, lalu menekuni karir menjadi pemain solo, sampai dengan membintangi Film, sekarang nama penyanyi berumur 24 tahun itu tercatat sebagai seorang produser eksekutif dalam sebuah sinetron komedi yang berjudul Happy Together yang ditayangkan di CBS.

 

Masuk ke Industri Seni Peran

Kabar tersebut pasalnya telah dikonfirmasi oleh bos dari CBS, Kelly Kahl dalam sebuah konferensi yang dilansir dari CNN Indonesia. Nanti, kisah dari sinteron komedi tersebut akan diangkat lagi dari kehidupan nyata dari Styles sendiri. Akan tetapi bukan lah ia yang membintanginya.

 

Happy Together bakal dibintangi oleh Damon Wayans Jr dan juga Amber Stevens West yang mana berperan sebagai sepasang suami-istri yang tinggal di pinggiran kota. Mereka berdua hidupnya terganggu oleh seorang bintang pop yang masih muda yang diperankan oleh Felix Mallard yang mana datang untuk tinggal bersama dengan mereka.

 

Komedi tersebut mengambil latar waktu kehidupan Styles ketika dirinya hendak mencapai popularitas secara mendadak ketika dirinya bersama dengan boyband One Direction. Saat itu, penyanyi yang mana tumbuh di Cheshire, Inggris, itu memilih tinggal bersama dengan temannya yang bernama Ben Winston dan juga istrinya di sebuah daerah di pinggiran kota London untuk memudahkan dirinya yang memiliki pekerjaan ‘baru’.

 

Pada mulanya, istri temannya itu (Meredith) sepakat bahwa Styles akan tinggal di sana selama 2 minggu saja. Akan tetapi ia malah tinggal di sana selama kurang lebih 20 bulan. Dan hal yang sedikit menyedihkan adalah di sana, ia tidur hanya beralaskan matras saja.

 

“Dua puluh bulan itu adalah masa-masa di mana mereka (One D) mengikuti realiti X-Factor sampai akhirnya menjadi artis dengan penjualan judi togel terpercaya terbesar di dunia,” ungkap Winston pada Rolling Stone dilansir dari CNN Indonesia.

 

Dalam jangka waktu tersebut, Winston sendiri mengatakan bahwa keluarganya sendiri tinggal di pinggiran kota yang paling biasa. Pada mulanya, masyarakat tidak tahu bahwa Harry Styles tinggal di rumahnya dan ia akan menjadi sosok yang besar seperti saat ini.

 

“Tidak ada yang tahu, sungguh. Bahkan saat kami pergi untuk makan, itu merupakan lingkungan keluarga yang manis dan tak ada yang menyangka bahwa itu adalah dia (Harry). Ia membuat rumah kami begitu sangat nyaman. Dan saat ia pindah kami merasa sangat putus asa,” akunya mengenang Harry yang sekarang telah menjadi sosok besar.

 

Happy Together sendiri rencananya akan ditayangkan pada musim gugur pada musim ini atau sekitar bulan September-Oktober.

 

Kisahnya Akan diangkat ke Serial

Nampaknya Harry Styles tak puas hanya jadi penyanyi dan juga aktor. Setelah ia melambungkan namanya dengan One Direction dan berperan di dalam film yang berhasil menyita perhatian para pecinta film, Dunkirk, penyanyi 24 tahun ini akan jadi produser juga.

Dan santer diberitakan ia sudah mantap untuk terjun ke dunia film dengan mencoba posisi baru ini. bukan lagi sebagai aktor, namun ia menjadi eksekutif produser. Kabarnya, pentolan dari One Direction tersebut dalam proses produksi Happy Together yang menjadi kisah nyata perjalanan hidupnya.

 

Yang jauh lebih mengejutkan lagi adalah ternyata keterlibatan Harry Styles ini juga dalam pembentukan plot cerita. Potret kehidupan dari Happy Together ini tak lain dari kisahnya dengan temannya yang rumahnya ditumpanginya saat belum terkenal.

Ini Alasannya Mengapa Film-Film Marvel Selalu Laris Manis

Memang tak dapat disangkal bahwa dalam 1 dekade terakhir ini Marvel Studios mendominasi pasar Hollywood lewat film-film bursatogel superheronya. Dengan andalannya, Marvel Cinematic Universe, pelan tapi pasti Marvel terus mengungguli waralaba-waralaba superhero lainnya dalam daftar box office.

 

Pada perilisan film Thor: Ragnarok baru-baru ini misalnya, Marvel sukses meraup pendapatan hingga sebesar USD 121 juta. Hingga saat ini MCU telah mengumpulkan hingga sebesar USD 13 milyar sejak 2008 saat Iron Man pertama kali dirilis yang menjadi pembuka seri-seri film superhero Marvel lainnya.

 

Alasan film Marvel selalu sukses

Jadi apa sesungguhnya yang membuat film-film dari Marvel laku keras di pasaran? Inilah ulasannya  untuk Anda.

 

Setiap filmnya unik dan berkarakter

Secara umum hampir semua film Marvel sebelum perilisan Avengers tak pernah berpaling dari versi lamanya. Walaupun demikian tetapi para creator tak pernah ragu untuk melakukan eksperimen dan inovasi pada film-film superhero-nya.  Salah satunya adalah dengan memberikan genre yang beragam serta memberi kebebasan penuh kepada sang sutradara untuk menuangkan kreativitas dengan karakternya masing-masing.

 

Contohnya adalah Guardians of the Galaxy yang bergenre komedi, Spider-Man: Home Coming yang dibuat dengan fresh untuk lebih menarik segmen anak-anak muda, dan tak ketinggalan Thor:Ragnarok yang diarahkan oleh Taika Waititi yang sanggup membawa penonton terpingkal-pingkal tanpa namun masih tetap seru. Coba bandingkan dengan Paramount yang terlihat jalan di tempat dengan Transformer-nya yang mulai membosankan, dan juga Disney yang tak lagi dapat menemukan hal menarik dari waralaba Pirates of the Caribbean selain tokoh Jack Sparrow.

 

Memberi kesempatan sutradara muda

Kevin Feige, orang nomor 1 di  Marvel tak ragu untuk memberi kesempatan bagi sutradara-sutradara muda untuk membesut film-film superheronya. Sejujurnya, James Gunn, Jon Watts, serta Taika Waititi adalah sutradara yang filmnya belum pernah mampu meraup jutaan dolar di pasaran.

 

Tetapi Marvel tak ragu untuk “berjudi” dan anehnya selalu berhasil. Para sutradara muda tersebut mendapat kebebasan penuh yang sekaligus menjadi kesempatan untuk berkembang bagi mereka dengan film-film superhero.

 

Teknik marketing inovatif

Segala keunggulan film-film Marvel tersebut tentu tak bisa sukses di pasaran bila tak ditunjang pemasaran yang jempolan tim marketingnya. Untuk promosi film Thor misalnya, yang tak ragu menunjukkan pertempuran antara Thor dengan Hulk. Lalu pada film Black Panther, tone trailernya dibuat sangat berbeda, kental dengan hal-hal yang berbau Afrika dan suasana perang sekaligus politik yang lebih intens.

 

Tak bernafsu memproduksi sekuelnya

Film  yang mendapat sambutan hangat saat dirilis seringkali dalam waktu singkat diproduksi sekuelnya. Hal ini tak terjadi pada Marvel, demi meraih lebih banyak penonton MCU cenderung lebih santai untuk menggarap sekuel sebuah film.

 

Ada kebiasaan dimana Marvel “menyelipkan” sebuah film baru pada film yang tengah dirilis sebagai petunjuk bagi penonton yang sedang menunggu-nunggu sekuel film favoritnya. Strategi demikian ini tergolong efektif mengingat Marvel mempunyai banyak kisah superhero yang diangkat ke layar lebar.

 

Infinity War  yang semakin dekat waktu perilisannya

Bagi para penggemar film  superhero Marvel tentu sudah mengetahui bahwa seluruh deretan film MCU mempunyai keterkaitan antara satu dengan lainnya yang mungkin akan berakhir pada film Avengers: Infinity War. Semakin dekat dengan waktu perilisan film tersebut para fans semakin tak ingin ketinggalan tiap detil cerita sehingga mereka tak ragu-ragu datang beramai-ramai ke bioskop untuk menyaksikan film Marvel.

 

Nah, selamat menonton.

Saksikan Pembalasan Dendam Brutal Bruce Willis dalam Remake Death Wish

Bruce Willis yang hanya membintangi dua film saja pada tahun lalu, akhirnya siap menggebrak tahun 2018 dengan film yang paling anyarnya yakni Death Wish. Apakah Anda familiar dengan judul ini? ya, film ini pasalnya pembuatan ulang atau remae dari film lawasnya yang rilis pada tahun 1974 yang mana saat itu dibintangi oleh Charles Bronson.

Hadir dengan Versi Anyar

Versi paling anyarnya ini digarap oleh sutradara yang bertangan dingin dalam penggarapan film-film yang penuh dengan adegan RESULT SINGAPURA sadis yakni Eli Roth (Hostel, Knock Knock). Wilis sendiri memerankan sosok dokter beda yang namanya Paul Kersey.

Hidupnya yang mana sangat bahagia kemudian terpaksa harus hancur berkeping-keping ketika istri serta putrid satu-satunya mendapatkan serangan di rumahnya. Dan serangan tersebut menewaskan istrinya dan anaknya harus berbaring koma.

Ketika polisi sudah tak bisa diandalkan lagi dalam usaha menyelesaikan kasus ini, Paul langsung turun tangan mencari keadilan dengan caranya sendiri. ia mulai memburu satu per satu pelaku kejahatan pada dua orang yang dicintainya itu. paul bahkan tidak ragu melakukan penyiksaan yang sangat sadis bagi para pelakunya. Membuat masyarakat yang tahu akan aksinya terbagi ke dalam dua grup. Yang pertama adalah mereka yang menganggapnya sebagai malaikat pelindung serta yang grup lainnya menganggapnya sebagai malaikat maut.

Death Wish sendiri premis dengan kisahnya yang sekilas mengingatkan kita dengan film Liam Neeson, Taken, yang mana turut dibintangi juga oleh Camila Morrone, Dean Norris, dan Vincent D’Onofrio. Kebrutalan balas dendam yang dilakukan oleh Bruce Wills dalam film Death Wish ini akan siap tayang pada tanggal 2 Maret 2018.

Melibatkan Aktor, Aktris Handal Lainnya

Death Wish adalah film yang diangkat dari novel karya penulis Brian Garfield dengan judul yang sama juga. Naskah film thriller action ini ditulis oleh Joe Carnahan yang mana sebelumnya dipercaya menulis naskah dari film The A-Team yang rilis pada tahun 2010. Sementara itu, Eli Roth yang sebelumnya menyutradarai film Knock Knock, sebuah film horor tahun 2015, turun tangan di film Death Wish ini.

Selain Bruce Wills, film Death Wish ini juga akan dibintangi oleh sejumlah aktor dan aktris papan atas misalnya saja D’Onofrio yang membintangi The Magnificent Seven) yang mana memerankan tokoh Frank Kersey, adik dari Paul Kersey. Dean Norris yang membintangi film Remember di film ini berperan sebagai Detective Rains. Ada juga Kimberly Elise yang pernah membintangi film Almost Christmas yang melakoni peran sebagai Detektif Jackson. Lucy Kersey, istri dari Paul Kersey, diperankan oleh Elisabeth Shue yang pernah unjuk gigi dalam film House at the End of the Street. Sementara anak Paul yang koma akibat serangan mendadak di rumahnya Jordan Kersey, diperankan oleh Camila Morrone yang juga pernah ikut andil dalam film Bukowsi.

Jalan ceritanya bisa dibilang sama dengan versi lamanya tahun 1974, aksi balas dendam ayah atas perbuatan perampok-perampok yang sudah membunuh istrinya dan juga menyerang putrinya secara brutal. Paul digambarkan sebagai dokter bedah yang santun dan juga setiap harinya ia menyaksikan berbagai macam kekerasan yang ujungnya berujung ke UGD di Chicago. Kemudian ia bertransformasi menjadi mesin pembunuh sesudah istri dan putri semata wayangnya diserang dengan cara yang sangat brutal di rumahnya oleh beberapa orang yang sama sekali tak dikenalnya.

 

Tampil di Film Live Action Pokemon, Ryan Reynolds Jadi Pikachu

Menutup tahun 2017, aktor tampan Ryan Reynolds membuat kejutan bagi penggemarnya. Pernah terlibat dalam film drama komedi romantis hingga aksi superhero, Reynolds justru mengambil tawaran untuk Pokemon. Tak main-main, dalam film adaptasi live action karakter populer asal Jepang itu, Reynolds akan mengambil peran utama sebagai Pikachu.

 

Variety melaporkan jika pria berusia 41 tahun itu sudah memastikan diri bergabung dalam proyek yang bakal juga dibintangi Kathryn Newton dan Justice Smith. Film live action pertama Pokemon ini dikabarkan akan menyuguhkan kisah aksi penculikan di mana Pikachu berperan sebagai detektif. Hal ini tentu sangat jauh berbeda dengan serial animasi Pokemon, karena Pikachu adalah salah satu monster menggemaskan yang beradu kekuatan dengan Pokemon lainnya.

 

Memasang Rob Letterman sebagai sutradara, proyek detektif Pikachu ini baru akan dimulai proses produksinya pada awal tahun 2018 di London, Inggris. Kendati belum bisa dipastikan jadwal rilisnya, terungkap jika demi memerankan Pikachu, Reynolds sampai melakukan proses pendalaman karakter seperti Andy Serkis. Sekedar informasi, Serkis memang identik atas perannya sebagai aktor spesialis CGI dengan yang paling terkenal sebagai Gollum licik dalam LORD OF THE RINGS dan kera cerdas Caesar di reboot PLANET OF THE APES.

 

Reynolds si Aktor Serba Bisa

 

Ketersediaan Reynolds untuk mengisi peran Pikachu memang membuat banyak orang bertanya-tanya. Apakah suami dari aktris Blake Lively itu bisa tampil sempurna? Melihat rekam jejak Reynolds yang sudah membintangi berbagai karakter film sejak tahun 1993 alias 24 tahun lamanya dalam industri Hollywood, Reynolds digadang mampu menghidupkan Pikachu yang cerdas, kuat dan menggemaskan itu.

 

Dalam perjalanannya, Reynolds memang sempat identik sebagai aktor bandar qq drama komedi romantis. Salah satu peran terbaiknya yang bikin banyak perempuan jatuh cinta adalah sebagai Andrew Paxton dalam THE PROPOSAL (2009). Sebelum itu dia sudah menjadi Wade Wilson alias Weapon XI dalam X-MEN ORIGINS: WOLVERINE (2009) yang banyak menuai hujatan atas penggambaran tokoh Deadpool. Beruntung film solonya DEADPOOL (2016)berhasil mengubah antihero itu.

 

Reynolds juga menjadi satu dari sekian aktor yang jadi superhero dalam film Marvel sekaligus DC. Di mana pada tahun 2011, dirinya menjadi Hal Jordan dalam GREEN LANTERN yang berujung gagal total.

 

Kembalinya Reynolds Sebagai Deadpool

 

Menjawab banyaknya hujatan, Reynolds pun tampil gemilang sebagai Wade versi terbaru. Pihak 20th Century Fox pun telah memastikan kalau Reynolds siap kembali menjadi tokoh antihero yang kerap berkata kasar itu dalam DEADPOOL 2 yang bakal dirilis pada 1 Juni 2018.

 

Kesuksesan film DEADPOOL (2016) yang cuma berbudget USD 58 juta dan menghasilkan USD 783,1 juta di seluruh dunia memang membuat sekuelnya berjalan tanpa hambatan. Kendati sutradara Tim Miller meninggalkan proyek sekuel ini karena perbedaan misi kreatif dengan Reynolds, DEADPOOL 2 dipastikan mengguncang jagat superhero tahun depan.

 

Yang menarik, DEADPOOL 2 akan mengenalkan sosok mutan baru yakni Nathan Summers alias Cable. Dalam komik X-Men Universe, Nathan adalah putra biologis Cyclops (Scott Summers) dan Madelyne Pryor (kloningan Jean Grey). Untuk Cable sendiri sudah dipastikan kalau aktor Josh Brolin yang sudah meneken kontrak untuk empat film sebagai Cable bakal hadir. Pemilihan Brolin ini sempat menggemparkan karena dirinya justru didapuk sebagai Thanos, musuh terbesar para Avengers yang akan berjibaku dalam film mega-blockbuster Marvel, AVENGERS: INFINITY WAR (2018).