Dikontrak Tiga Tahun, Unai Emery Resmi Latih Arsenal

Kepergian Arsene Wenger yang begitu memilukan usai 22 tahun jadi pelatih Arsenal memang meninggalkan lubang menganga cukup lebar. Namun The Gunners tak mau bersedih terlalu lama karena kompetisi sepakbola tetap berjalan. Ingin mengembalikan Arsenal ke dalam jajaran tim Premier League terbaik, Arsenal pun sudah menemukan pengganti Wenger. Dan sosok itu adalah Unai Emery.

 

Pria Spanyol berusia 46 tahun itu resmi sudah menjadi bos baru di Emirates Stadium pada Rabu (23/5) kemarin. Emery akan jadi pelatih Arsenal dengan durasi kontrak tiga tahun hingga 2012  nanti. Kabar ini dilansir London Evening Standard yang mendapat konfirmasi dari Ivan Gazidis selaku Chief Executive Arsenal. Kontrak tiga tahun ini dilakukan agar Emery bisa menyesuaikan diri dulu dengan atmosfir liga Inggris sebelum akhirnya bisa menyumbang trofi untuk Arsenal.

 

Gazidis sendiri menjelaskan bahwa seluruh direksi Arsenal memang mufakat memilih mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG) itu dibandingkan dua kandidat kuat lain yakni Mikel Arteta dan Julian Nagelsmann. Sebelumnya media sempat mengaitkan nama-nama seperti Luis Enrique, Carlo Ancelotti hingga Massimiliano Allegri sebagai pengganti Wenger.

 

Bicara soal Emery, pria kelahiran Hondarribia ini sudah mulai bermain sepakbola pada tahun 1990 sebagai gelandang Real Sociedad B. Dia pernah memperkuat Toledo, Racing Ferrol, Leganes dan Lorca Deportivo. Cedera lutut membuat Emery gantung sepatu pada 2005 dan mulai melatih Lorca. Klub besar pertama yang dilatih Emery adalah Sevilla pada 2013 di mana dirinya memberi tiga gelar juara Liga Eropa. Pada 2016, Emery pindah ke PSG dan memberikan trofi Piala Perancis dan treble Piala Domestik.

 

Hasrat Emery Bawa Arsenal ke Liga Champions

Pernah terpilih sebagai pelatih terbaik di Eropa untuk musim 2013/2014 jelas salah satu bukti kemampuan Emery. Namun di Arsenal, Emery sudah dinanti oleh sejumlah PR salah satunya adalah mengubah pola pikir para pemain Arsenal seperti salah satunya adalah Mesut Oezil supaya kemampuan togel online terpercaya terbaik mereka terlihat. Mantan gelandang Liverpool yakni Jamie Redknapp kepada Sky Sports menilai kalau Emery adalah pilihan bagus untuk mengubah motivasi pemain.

 

Redknapp pun menanti apakah racikan Emery bisa membuat Arsenal bermain dengan tempo tinggi sepert yang dia perlihatkan kala jadi pelatih Sevilla dan Valencia. Sebagai target awal, Emery tampaknya ingin membawa kembali Arsenal ke Liga Champions yang sudah dua tahun berturut-turut absen. Ingin mengembalikan Arsenal ke jajaran tim elit Eropa, Emery tak menampik kalau dia ingin mengejar Manchester City yang tampil superior di musim 2017/2018 ini.

 

Masuk Premier League, Emery Buruk Lawan Guardiola-Mourinho

Meskipun punya target tinggi, kabarnya Arsenal hanya akan memberikan dana belanja 50 juta poundsterling untuk Emery. Namun lepas dari itu, masuknya Emery ke Premier League akan membuatnya berjumpa dengan Pep Guardiola sang manajer City dan Jose Mourinho, pelatih Manchester United. Menilik sejarah, Emery punya rekor buruk kala berjumpa Guardiola ataupun Mourinho.

 

Yang unik, ketiga pelatih ini pernah saling berjumpa di La Liga Spanyol. Di mana dalam 15 kali pertandingan melawan tim Guardiola/Mourinho, Emery belum pernah sekalipun menang karena meraih lima kali seri dan sepuluh kali kalah. Kepada BBC, Emery mengaku tak ambil pusing soal catatan buruk itu. Karena baginya, apa yang terjadi di masa lalu adalah sebuah pengalaman berharga dan dirinya bangga bisa ada di Premier League.

Zidane Pastikan Kesalahan Lawan Juventus Tak akan Terjadi Lagi

Zinedine Zidane, pelatih Real Madrid memperingatkan pemainnya supaya tidak mengulang lagi kesalahan yang sama seperti saat mereka menghadapi Juventus pada babak perempat final setelah menang dengan skor 2-1 atas Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions pada Allianz Arena hari Rabu (25/4).

Jangan Sampai Lengah

Zidane juga ingin Cristiano Ronaldo serta kawan-kawannya bermain semaksimal mungkin di leg kedua semifinal yang bakal dihelat hari Selasa depan (1/5) di Stadion Santiago Bernabeu meskipun baru saja meraih kemenangan di kandang lawan. Hal ini dikarenakan situasi semifinal ini sama atau mirip dengan babak togel online perempat final yang lalu.

Di perempat final yang lalu, Madrid juga meraih kemenangan dengan skor 3-0 pada leg pertamanya di kandang Juventus. Meskipun mereka diunggulkan dan sedang di atas angin dan akhrinya lolos ke semifinal, Madrid malahan kalah dengan skor 1-3 dan di kandang sendiri pada leg keduanya. Beruntungnya, mereka tetap bisa lolos karena menang dengan agregat 4-3.

Dengan lolosnya Madrid ini, maka secara dramatis menjadi pelajaran yang penting untuk Zidane bahwa babak gugur Liga Champions bukanlah satu leg.

“Kami mesti bertarung pada leg kedua dan kami tahu ini semua belum berakhir. Kami tahu kalau pertandingan tak bisa selesai satu leg,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

“Akan tetapi setelah pertandingan melawan Juventus, kami tahu juga, kami mesti meladeni Bayrn dengan hasil yang beda, jika tidak bisa maka segala sesuatunya bisa sangat buruk untuk kami,” imbuhnya.

Pelatih asli Perancis tersebut mengakui bahwa memang tak mudah meraih kemenangan di kandang Bayern Munchen. Oleh sebab itu lah kemenangan Los Blancoa ini mesti ditentukan oleh Marco Asensio yang pasalnya pemain pengganti.

“Kami amat termotivasi, di Liga Champions kami amat senag bisa bermain di luar negeri. Lawan kami mempunyai beberapa peluang namun secara keseluruhan kami mengendalikan permainan dengan amat baik,” sambungnya.

Setelah Real Madrid menang dengan skor 2-1 di kandang Bayern Munchen, mereka hanya perlu minimal bermain denhan skor imbang untuk bisa mendapatkan satu tiket lagi ke babak final di leg kedua semifinal laga Liga Champions. Sementara itu, Munchen justru perlu kerja keras lagi karena mereka membutuhkan kemenangan paling tidak 2-0 guna bisa menyingkirkan Madrid. Munchen pun bakal lolos juga dengan skor kemenangan 3-2, 4-3, 5-4 dan seterusnya.

Heynckes Anggap Kemenangan Madrid Hadiah dari Munchen

Munchen memang harus sedikit berkerja keras namun sang pelatih, Jupp Heynckes justru mengklaim bahwa kemenangan Madrid adalah hadiah dari timnya saja.

Hal tersebut disebabkan karena Madrid dengan sangat mudahnya mencetak gol balasan dan berbalik unggul dalam pertandingan itu. Meskipun dirinya mengaku Madrid sempat tertinggal lebih dahulu lewat gol yang diciptakan Joshua Kimmich di menit ke-28, Madrid langsung bisa membalasnya lewat gol Marcelo pada menit ke-44 dan Asensio pada menit ke-57.

Gol Marcelio sendiri bisa tercipta karena tak ada pemain Munchen yang menjaga dengan ketat Dani Carvajal sebagai pemberi umpan yang ditujukan kepada Marcelo. Juga, pemain Munchen pun tak langsung mengantisipasi sundulan dari Carvajal sehingga pada akhirnya Marcelo bebas menyarangkan golnya dengan kaki kirinya.

Sementara itu gol kedua, terjadi karena kesalahan dari lini belakangnya Munchen. Rafinha saat itu salah melakukan operan dan justru bola jatuh di kaki Asensio yang jadi awal serangan balik Madrid dan akhirnya mengubah skor menjadi 2-1.

Heung-Min Son Layak Dapat Lebih Banyak Kredit

Setiap pemain sepakbola tentu saja layak terhadap apa yang mereka lakukan. Apalagi jika berkaitan dengan prestasi dan kerja kerasnya, tentu saja dia berhak atas penghargaan dan pujian.Baru-baru ini, gelandang Swansea City, Sung-yeung Ki mengatakan bahwa jaztattoobk.com yang berasal dari Korea Selatan, Heung-min Son kurang dihargai di Liga Premier.Padahal menurutnya, Son layak mendapatkan penghargaan dan pujian.Ini berkaitan dengan kerja keras dan prestasinya.

Penampilan dan Prestasi Son

Son mencatat prestasi yang cukup bagus dengan mencetak 20 gol untuk musim kedua berturut-turut setelah sebelumnya dia berhasil menorehkan 18 gol dalam 43 penampilan untuk Tottenham sejauh ini, dimana ini termasuk 7 dalam 4 penampilan terakhirnya. Apa yang telah dilakukan Son seharusnya mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Namun, menurut Sung-yeung Ki, rekannya masih belum mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.

Tottenham Hotspurs sendiri dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan pemain berusia 25 tahun tersebut atas kontrak baru. Kabarnya, Spurs akan mengadakan pembicaraan dengan pemain tersebut minggu depan. Son telah memberikan kinerja yang bagus bagi Spurs dan itu salah satu alasan kontraknya akan diperbarui. Son sendiri sepertinya tidak akan melirik klub lain dan bertahan di Tottenham.

Hanya saja, rekan setim internasionalnya, Ki, percaya jika Son layak untuk mendapatkan lebih banyak pujian untuk penampilan dan kinerjanya dibandingkan dengan rekan-rekan setimnya yang lebih terkenal di Tottenham.Ki menilai dari sudut pandang yang lebih jelas bahwa Son bisa disandingkan dengan Dede Alli maupun Harry Kane.Hanya saja, Son mungkin belum mendapatkan kesempatan lebih.

Kualitas Son Terus Meningkat

Ki mengatakan kepada wartawan menjelang pertandingan persahabatan melawan Irlandia Utara pada hari Sabtu: “Menurut saya dia tentu saja harus mendapat lebih banyak kredit.Saya tidak mengatakan bahwa Harry Kane dan Dele Alli lebih buruk daripada Son. Mereka semua pemain top tapi saya pikir Son memiliki hak dan kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kredit menurut saya.”

Ki melanjutkan; “Penampilannya musim ini luar biasa. Semua orang tahu dia memainkan salah satu permainan terbaik dan sangat konsisten di setiap pertandingan dan dia mencetak banyak gol yang tidak mudah untuk Spurs.” Pujian Ki bukan tanpa alasan. Son melakukan semuanya dengan baik dan konsisten untuk membela Spurs. Sudah sepantasnya Son mendapatkan perhatian lebih.

“Dari musim lalu hingga sekarang dia telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kelas atas di Liga Premier.Saya tidak mengatakan ini karena dia orang Asia tapi saya pikir dia harus mendapat lebih banyak kredit.Dia harus menjadi lebih dari cerita utama di surat kabar,” jelas Ki. Jadi, ini bukan karena Ki dan Son berasal dari Asia melainkan ini dilihat dari kinerja dan penampilan serta apa yang telah diberikan Son kepada Tottenham Spurs.

Ki menambahkan; “Dia mencetak gol yang sangat penting untuk Spurs dan konsistensi (itu) tidak mudah bagi setiap pemain.Kadang-kadang Anda cedera. Kadang-kadang Anda lelah jika Anda bermain untuk timnya, tetapi ia terus mencetak gol dan mempertahankan penampilannya, bahkan untuk tim nasional.” Ya, Son memberikan banyak prestasi bagi setiap klub yang ia bela.

Korea Selatan sendiri dijadwalkan akan menghadapi Irlandia Utara untuk pertama kalinya di Windsor Park dalam pertandingan persahabatan internasional pada hari Sabtu. Pihak manajer Korsel, Sin Tae-yong terus mempersiapkan skuadnya untuk persiapan Piala Dunia musim panas ini di Rusia. Kita akan melihat bagaimana Son akan memberikan yang terbaik untuk negaranya.

Ernesto Valverde; Perebutan Gelar Masih Berlangsung!

Kemenangan yang sangat membanggakan sekaligus mengukuhkan kekuatan Barcelona atas Real Madrid, tidak lantas membuat sang manajer Barca Ernesto Valverde besar kepala. Menurutnya, persaingan masih sama kuat dan perburuan gelar juga masih berlangsung. Ini membuktikan tekad Valverde untuk kembali membuat Barcelona juara di berbagai kompetisi. Barcelona juga terus menjaga jarak dari klub lain di La Liga. Sepertinya, gelar juara memang pantas mereka dapatkan.

Bagi Ernesto, Ini Belum Berakhir

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde menegaskan bahwa perburuan gelar belum berakhir kendati timnya membuka keunggulan 14 poin atas Real Madrid dengan kemenangan 3-0 Clasico di Bernabeu pada hari Sabtu. Ini karena penantang terdekat Catalan yakni Valencia dan Atletico Madrid masih membayangi. Memang Los Blancos yang ada di urutan keempat masih jauh tapi bukan berarti mereka akan diam begitu saja walaupun spekulasi seputar masa depan pelatih Zinedine Zidane terus berlanjut.

“Semester pertama musim ini belum berakhir,” kata Valverde, mengacu pada fakta bahwa masih ada beberapapertandingan La Liga yang tersisa untuk dimainkan sebelum titik dewa poker tengah musim ini. Dia melanjutkan; “Kami memiliki celah – kelemahan – pada rival kami tapi kami tidak memikirkannya, (kami) hanya terus mengambil poin dan bergerak maju.”

Zidane tampaknya telah mendapatkan taktiknya saat Real menguasai pertandingan dengan lebih baik pada babak pertama, dengan inklusi mengejutkan dari Mateo Kovacic yang membantu merusak lini tengah Barcelona. Tapi itu tidak terlihat berhasil ketika Suarez mulai mencetak gol pertama untuk Barcelona di babak kedua. Belum lagi dua gol tambahan yang menutup kemenangan telak untuk Barcelona. Zidane mengatakan jika dirinya memang tidak menyesal akan hasil akhir pertandingan tersebut.

Semangat Untuk Terus Bersaing

Valverde, juga sempat ditanya tentang perbedaan antara babak pertama dan yang kedua. Saat itu dia menjawab dengan singkat; “Kami bisa melewati tekanan pertama mereka, lebih sulit di babak pertama.” Ya, pertandingan di babak pertama memang Barcelona terus terpojok dan terlihat cukup kewalahan. Apalagi di lini depan, Messi juga terus dikawal sehingga sulit untuk masuk ke barisan pertahanan Los Blancos. Velverde memiliki tanggapan tersendiri untuk hal ini.

Manajer Barcelona, Ernesto Velverde memang dikenal sangat jeli dalam memetakan jalannya pertandingan. Dia mengatakan jika pertandingan El Clasico tersebut merupakan pertandingan yang penuh dengan pertimbangan dimana ada momen tertentu yang sangat bisa menentukan jalannya pertandingan. Dia mengakan; “Ini adalah permainan di mana detail, momen-momen tertentu, bisa menentukan.” Sehingga hal kecil sekalipun akan menentukan dalam pertandingan seperti El Clasico kemarin.

Bagi Zidane sendiri, walau telah mengatakan tidak menyesal, namun dia pada kenyataannya mengakui kekalahan yang “melukai” Real madrid tersebut. Diamenuturkan; “Ini adalah saat yang sulit, kekalahan dengan tiga gol. Saya dapat mengatakan bahwa kami tidak pantas mendapatkannya, tapi ini adalah sepak bola, dan itulah yang terjadi hari ini.” Sepertinya, Real Madrid memang tidak percaya dengan kenyataan tersebut. Akan tetapi, seperti dikatakan Zidane, ini adalah sepakbola dimana apapun bisa terjadi.

Zidane juga menjelaskan; “Kami merasa buruk tapi kami tidak akan melepaskan tangan kami (menyerah) dengan pasti. Kami harus beristirahat dengan baik dan kembali lebih kuat dari sebelumnya. Madrid tidak pernah menyerah, apapun yang terjadi.” Ini membuktikan bahwa Real Madrid masih memiliki semangat untuk terus memburu gelar. Begitu juga dengan Barcelona yang terlihat semakin dekat dengan gelar juara.

Silva Bersyukur Ada Claudio Bravo di Klub Manchester City


Kabar gembira datang dari klub raksasa Inggris, Manchester City yang berhasil lolos ke semifinal pertandingan Piala Liga Inggris sesudah mereka menang melawan Leicester City dengan drama yang cukup menghebohkan khalayak. Mereka berhasil menang atas Liecester City dengan adu penalty yang berujung pada angka 4-3 untuk Manchester City pada hari Selasa, 19 Desember waktu setempat.

Sempat Unggul di Babak Pertama

The Citizens pada waktu itu sempat lebih unggul terlebih dahulu dengan tendangan dari Bernado Silva yang ia berikan di babak pertama. Akan tetapi ada penalty dari Jamie Vardy pada masa injury time di babak kedua yang mana memaksa mereka semua harus mau memperpanjang laga. Dan akhirnya ada tambahan babak 2×15 menit.

Akhirnya duel adu penalty pun tak terhindarkan lagi setelah tidak ada gol-gol tambahan di waktu ekstra yang telah diberikan. Akhirnya City pun menang dramatis karena penampolan gemilang dari Claudio Bravo yang mana sukses menahan 2 tendangan penalty dari pemain Leicester. Bravo yang belakangan ini lebih banyak menjadi penghangat di bangku cadangan malahan menjadi pahlawan pada pertandingan itu. Kiper tim nasional Chile itu dengan suksesnya menggagalkan tendangan Vardy dan juga Riyad Mahrez.

Bravo Belakangan Menjadi Cadangan

Silva pun yang menceta gol keunggulan untuk City tanpa keraguan menyebut bahwa Bravo bisa menjadi pemberi kemenangan pada waktu-waktu crusial seperti kemarin. “Ini merupakan pertandingan yang sangat sulit untuk kami. Tim kami akhirnya berhasil untuk mengendalikan permainan sampai penalti telat Vardy,” ungkap Silva yang dilansir dari CNN Indonesia. “Leicester mempunyai tim yang sangat kuat dan bagus. Namun untungnya bagi kami, Claudio Bravo memberikan kami sebuah kemenangan lagi pada akhir laga,” imbuh pemain yang berasal dari Portugal tersebut.

Lolos ke semifinal Piala Liga akan menjadi awal yang sangat bagus bagi Manchester City yang mana memiliki ambisi besar untuk bisa meraih gelar di musim dewa poker ini. apalagi sejauh ini, tim arahan Pep Gaurdiola ini sedang berada di puncak klasemen Liga Inggris yang mana unggul dengan 11 poin.

“Ini menjadi awal yang sangat bagus di musim ini. saya berharap kami bisa terus memenangkan pertandingan karena tim ini amat sangat pantas untuk bisa meraih kemenangan terus lewat cara kami bermain. Kami bakal berusaha dengan sangat baik merayakan sesuatu di akhir musim,” pungkas Silva.

Melaju dengan Arsenal

Tidak hanya Manchester City saja yang pasalnya lolos ke semifinal Piala Liga Inggris setelah mengalahkan lawannya. Arsenal juga pasalnya lolos ke semifinal liga tersebut di hari yang sama, Selasa (19/12). Man City pasalnya harus bersusah payah guna mengamankan tiket ke babak semifinal Piala Liga Inggris ini. pasalnya skuat dari Pep Guardiola ini kali ini lebih banyak mengandalkan pemain-pemain pelapisnya yang mana sempat ditahan dengan skor imbang 1-1.

Meskipun berstatus sebagai tim tandang, namun City bisa mengendalikan laga pada babak pertama. Dan mereka bahkan sempat juga unggul dengan gol dari Bernardo Silva di menit ke-26. Aksi itu bermula dari aksi ciamik dari Guendogan yang mana berhasil menembus pertahanan dari Leicester. Lalu pemain asal Jerman tersebut mengirim umpan matang tersebut yang akhirnya disempurnakan Silva.

Baik Arsenal dan juga City harus menungu pemenang dari laga Bristol City yang akan melawan Manchester United dan juga Chelsea yang akan melawan AFC Bournemouth.

Zinedine Zidane; Real Madrid Pantas ke Final Club World Cup

Real Madrid terus mendapatkan kemenangan. Bisa dibilang, pengaruh Zidane sebagai pelatih El Real telah membawakan klub pada masa kejayaannya saat ini. Sederet prestasi terus diraih oleh Real Madrid. Kemenangan demi kemenangan baik di liga lokal maupun internasional juga telah membuat sang pelatih semakin percaya diri jika Real Madrid pantas untuk masuk ke babak final Club World Cup. Ini bukanlah ungkapan kesombongan melainkan kemungkinan yang bisa dipastikan.

Real Madrid Terus Dominasi Pertandingan

Zinedine Zidane sempat memuji Al Jazira setelah mereka memaksa Real Madrid untuk bangkit dari ketertinggalan untuk mencapai final Piala Dunia FIFA. Real juga terus mendominasi pertandingan melawan juara Liga Pro UEA tersebut dengan melakukan 35 upaya untuk mencetak gol tetapi mereka dibuat tercengang oleh gol yang dilakukan Romarinho sebelum paruh waktu.

Tidak seberapa lama, Cristiano Ronaldo kemudian menyamakan kedudukan di babak kedua dan Gareth Bale menggandakan keunggulan di menit ke-81 dengan tendangan pertamanya setelah sebelumnya dia menghiasi bangku cadangan. Kemenangan ini dianggap pantas untuk Real Madrid dengan dominasi kekuatannya di setiap pertandingan. Selain itu, Real juga ingin merebut gelar juara untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir.

Zidane mengatakan kepada realmadrid.com: “Kami pantas mendapat kemenangan dan sebuah tempat di final. Itu yang kami harapkan. Dia mengatakan:

“Ini adalah babak pertama yang sangat aneh, tidak biasa mencetak gol saat Anda menciptakan banyak peluang. Hal yang hebat tentang sepak bola adalah kami memiliki waktu 45 menit untuk mengubah keadaan dan itulah yang kami lakukan. Kami sabar dan kami mengubahnya.”

“Setiap lawan bisa mendapatkan gol saat melawan Anda. Mereka sangat bagus dalam serangan balik. Itu adalah senjata yang mereka miliki dengan ketiga orang mereka. Di babak pertama, saya mengatakan kepada para pemain untuk tetap tenang karena kemungkinan akan datang. Kami mendapat kemenangan.”

Dia melanjutkan bahwa tidak ada yang namanya kemenangan mudah dalam sepak bola, sehingga mereka harus mengucapkan selamat kepada Al Jazira karena mereka melakukan pekerjaan yang bagus. Tidak hanya itu, Zidane juga terus memotivasi para pemainnya untuk tetap mengambil hal yang positif dan terus berjuang dengan cara yang benar. Kemenangan Real Madrid dianggap memang seharusnya demikian.

Zidane Kepada Pemain: Pikirkan Hal Positif

Dalam pertandingan melawan Al Jazair tersebut, Real Madrid, lewat Karim Benzema berhasil mencetak gol tetapi pada awalnya dianggap telah offside. Terlihat jika ada kebingungan, dengan wasit Sandro Ricci yang pada awalnya mengatakan jika telah terjadi offside dan gol tidak sah. Namun, dia kemudian berubah pikiran dan mengesahkannya setelah menyaksikan replay atau tayangan ulang video gol tersebut.

Zidane mengatakan: “Butuh waktu sekitar tiga atau empat menit untuk mencapai keputusan (gol tersebut) dan ini bukan pengalaman yang menyenangkan. Anda harus mengambil hal-hal positif dari hal-hal ini dan mencoba memperbaiki aspek yang lebih negatif.” Selain itu, Bale juga kritis terhadap sistem togel online namun senang bisa tampil sukses dari cedera betis.

Sedangkan Welshman, yang masa depannya di klub telah menjadi bahan perdebatan banyak pihak juga turut mengatakan: “Ini bagus untuk mencetak gol. Anda ingin memberikan pengaruh ketika Anda datang sebagai pengganti, tapi yang terpenting adalah kami menang dan kami berada di final.

Bagaimanapun, Real Madrid dan Zidane memang pantas untuk berada di final Club World Cup. Ada kemungkinan yang besar untuk mereka mendapatkan kemenangan untuk yang kesekian kalinya. Harapan Zidane dan pemain Real Madrid juga demikian. Akan tetapi, mereka juga tidak bisa berbesar kepala dan harus berlatih keras kembali.