Heung-Min Son Layak Dapat Lebih Banyak Kredit

Setiap pemain sepakbola tentu saja layak terhadap apa yang mereka lakukan. Apalagi jika berkaitan dengan prestasi dan kerja kerasnya, tentu saja dia berhak atas penghargaan dan pujian.Baru-baru ini, gelandang Swansea City, Sung-yeung Ki mengatakan bahwa jaztattoobk.com yang berasal dari Korea Selatan, Heung-min Son kurang dihargai di Liga Premier.Padahal menurutnya, Son layak mendapatkan penghargaan dan pujian.Ini berkaitan dengan kerja keras dan prestasinya.

Penampilan dan Prestasi Son

Son mencatat prestasi yang cukup bagus dengan mencetak 20 gol untuk musim kedua berturut-turut setelah sebelumnya dia berhasil menorehkan 18 gol dalam 43 penampilan untuk Tottenham sejauh ini, dimana ini termasuk 7 dalam 4 penampilan terakhirnya. Apa yang telah dilakukan Son seharusnya mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Namun, menurut Sung-yeung Ki, rekannya masih belum mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan.

Tottenham Hotspurs sendiri dijadwalkan akan melakukan pembicaraan dengan pemain berusia 25 tahun tersebut atas kontrak baru. Kabarnya, Spurs akan mengadakan pembicaraan dengan pemain tersebut minggu depan. Son telah memberikan kinerja yang bagus bagi Spurs dan itu salah satu alasan kontraknya akan diperbarui. Son sendiri sepertinya tidak akan melirik klub lain dan bertahan di Tottenham.

Hanya saja, rekan setim internasionalnya, Ki, percaya jika Son layak untuk mendapatkan lebih banyak pujian untuk penampilan dan kinerjanya dibandingkan dengan rekan-rekan setimnya yang lebih terkenal di Tottenham.Ki menilai dari sudut pandang yang lebih jelas bahwa Son bisa disandingkan dengan Dede Alli maupun Harry Kane.Hanya saja, Son mungkin belum mendapatkan kesempatan lebih.

Kualitas Son Terus Meningkat

Ki mengatakan kepada wartawan menjelang pertandingan persahabatan melawan Irlandia Utara pada hari Sabtu: “Menurut saya dia tentu saja harus mendapat lebih banyak kredit.Saya tidak mengatakan bahwa Harry Kane dan Dele Alli lebih buruk daripada Son. Mereka semua pemain top tapi saya pikir Son memiliki hak dan kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak kredit menurut saya.”

Ki melanjutkan; “Penampilannya musim ini luar biasa. Semua orang tahu dia memainkan salah satu permainan terbaik dan sangat konsisten di setiap pertandingan dan dia mencetak banyak gol yang tidak mudah untuk Spurs.” Pujian Ki bukan tanpa alasan. Son melakukan semuanya dengan baik dan konsisten untuk membela Spurs. Sudah sepantasnya Son mendapatkan perhatian lebih.

“Dari musim lalu hingga sekarang dia telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kelas atas di Liga Premier.Saya tidak mengatakan ini karena dia orang Asia tapi saya pikir dia harus mendapat lebih banyak kredit.Dia harus menjadi lebih dari cerita utama di surat kabar,” jelas Ki. Jadi, ini bukan karena Ki dan Son berasal dari Asia melainkan ini dilihat dari kinerja dan penampilan serta apa yang telah diberikan Son kepada Tottenham Spurs.

Ki menambahkan; “Dia mencetak gol yang sangat penting untuk Spurs dan konsistensi (itu) tidak mudah bagi setiap pemain.Kadang-kadang Anda cedera. Kadang-kadang Anda lelah jika Anda bermain untuk timnya, tetapi ia terus mencetak gol dan mempertahankan penampilannya, bahkan untuk tim nasional.” Ya, Son memberikan banyak prestasi bagi setiap klub yang ia bela.

Korea Selatan sendiri dijadwalkan akan menghadapi Irlandia Utara untuk pertama kalinya di Windsor Park dalam pertandingan persahabatan internasional pada hari Sabtu. Pihak manajer Korsel, Sin Tae-yong terus mempersiapkan skuadnya untuk persiapan Piala Dunia musim panas ini di Rusia. Kita akan melihat bagaimana Son akan memberikan yang terbaik untuk negaranya.

Ernesto Valverde; Perebutan Gelar Masih Berlangsung!

Kemenangan yang sangat membanggakan sekaligus mengukuhkan kekuatan Barcelona atas Real Madrid, tidak lantas membuat sang manajer Barca Ernesto Valverde besar kepala. Menurutnya, persaingan masih sama kuat dan perburuan gelar juga masih berlangsung. Ini membuktikan tekad Valverde untuk kembali membuat Barcelona juara di berbagai kompetisi. Barcelona juga terus menjaga jarak dari klub lain di La Liga. Sepertinya, gelar juara memang pantas mereka dapatkan.

Bagi Ernesto, Ini Belum Berakhir

Pelatih Barcelona Ernesto Valverde menegaskan bahwa perburuan gelar belum berakhir kendati timnya membuka keunggulan 14 poin atas Real Madrid dengan kemenangan 3-0 Clasico di Bernabeu pada hari Sabtu. Ini karena penantang terdekat Catalan yakni Valencia dan Atletico Madrid masih membayangi. Memang Los Blancos yang ada di urutan keempat masih jauh tapi bukan berarti mereka akan diam begitu saja walaupun spekulasi seputar masa depan pelatih Zinedine Zidane terus berlanjut.

“Semester pertama musim ini belum berakhir,” kata Valverde, mengacu pada fakta bahwa masih ada beberapapertandingan La Liga yang tersisa untuk dimainkan sebelum titik dewa poker tengah musim ini. Dia melanjutkan; “Kami memiliki celah – kelemahan – pada rival kami tapi kami tidak memikirkannya, (kami) hanya terus mengambil poin dan bergerak maju.”

Zidane tampaknya telah mendapatkan taktiknya saat Real menguasai pertandingan dengan lebih baik pada babak pertama, dengan inklusi mengejutkan dari Mateo Kovacic yang membantu merusak lini tengah Barcelona. Tapi itu tidak terlihat berhasil ketika Suarez mulai mencetak gol pertama untuk Barcelona di babak kedua. Belum lagi dua gol tambahan yang menutup kemenangan telak untuk Barcelona. Zidane mengatakan jika dirinya memang tidak menyesal akan hasil akhir pertandingan tersebut.

Semangat Untuk Terus Bersaing

Valverde, juga sempat ditanya tentang perbedaan antara babak pertama dan yang kedua. Saat itu dia menjawab dengan singkat; “Kami bisa melewati tekanan pertama mereka, lebih sulit di babak pertama.” Ya, pertandingan di babak pertama memang Barcelona terus terpojok dan terlihat cukup kewalahan. Apalagi di lini depan, Messi juga terus dikawal sehingga sulit untuk masuk ke barisan pertahanan Los Blancos. Velverde memiliki tanggapan tersendiri untuk hal ini.

Manajer Barcelona, Ernesto Velverde memang dikenal sangat jeli dalam memetakan jalannya pertandingan. Dia mengatakan jika pertandingan El Clasico tersebut merupakan pertandingan yang penuh dengan pertimbangan dimana ada momen tertentu yang sangat bisa menentukan jalannya pertandingan. Dia mengakan; “Ini adalah permainan di mana detail, momen-momen tertentu, bisa menentukan.” Sehingga hal kecil sekalipun akan menentukan dalam pertandingan seperti El Clasico kemarin.

Bagi Zidane sendiri, walau telah mengatakan tidak menyesal, namun dia pada kenyataannya mengakui kekalahan yang “melukai” Real madrid tersebut. Diamenuturkan; “Ini adalah saat yang sulit, kekalahan dengan tiga gol. Saya dapat mengatakan bahwa kami tidak pantas mendapatkannya, tapi ini adalah sepak bola, dan itulah yang terjadi hari ini.” Sepertinya, Real Madrid memang tidak percaya dengan kenyataan tersebut. Akan tetapi, seperti dikatakan Zidane, ini adalah sepakbola dimana apapun bisa terjadi.

Zidane juga menjelaskan; “Kami merasa buruk tapi kami tidak akan melepaskan tangan kami (menyerah) dengan pasti. Kami harus beristirahat dengan baik dan kembali lebih kuat dari sebelumnya. Madrid tidak pernah menyerah, apapun yang terjadi.” Ini membuktikan bahwa Real Madrid masih memiliki semangat untuk terus memburu gelar. Begitu juga dengan Barcelona yang terlihat semakin dekat dengan gelar juara.

Silva Bersyukur Ada Claudio Bravo di Klub Manchester City


Kabar gembira datang dari klub raksasa Inggris, Manchester City yang berhasil lolos ke semifinal pertandingan Piala Liga Inggris sesudah mereka menang melawan Leicester City dengan drama yang cukup menghebohkan khalayak. Mereka berhasil menang atas Liecester City dengan adu penalty yang berujung pada angka 4-3 untuk Manchester City pada hari Selasa, 19 Desember waktu setempat.

Sempat Unggul di Babak Pertama

The Citizens pada waktu itu sempat lebih unggul terlebih dahulu dengan tendangan dari Bernado Silva yang ia berikan di babak pertama. Akan tetapi ada penalty dari Jamie Vardy pada masa injury time di babak kedua yang mana memaksa mereka semua harus mau memperpanjang laga. Dan akhirnya ada tambahan babak 2×15 menit.

Akhirnya duel adu penalty pun tak terhindarkan lagi setelah tidak ada gol-gol tambahan di waktu ekstra yang telah diberikan. Akhirnya City pun menang dramatis karena penampolan gemilang dari Claudio Bravo yang mana sukses menahan 2 tendangan penalty dari pemain Leicester. Bravo yang belakangan ini lebih banyak menjadi penghangat di bangku cadangan malahan menjadi pahlawan pada pertandingan itu. Kiper tim nasional Chile itu dengan suksesnya menggagalkan tendangan Vardy dan juga Riyad Mahrez.

Bravo Belakangan Menjadi Cadangan

Silva pun yang menceta gol keunggulan untuk City tanpa keraguan menyebut bahwa Bravo bisa menjadi pemberi kemenangan pada waktu-waktu crusial seperti kemarin. “Ini merupakan pertandingan yang sangat sulit untuk kami. Tim kami akhirnya berhasil untuk mengendalikan permainan sampai penalti telat Vardy,” ungkap Silva yang dilansir dari CNN Indonesia. “Leicester mempunyai tim yang sangat kuat dan bagus. Namun untungnya bagi kami, Claudio Bravo memberikan kami sebuah kemenangan lagi pada akhir laga,” imbuh pemain yang berasal dari Portugal tersebut.

Lolos ke semifinal Piala Liga akan menjadi awal yang sangat bagus bagi Manchester City yang mana memiliki ambisi besar untuk bisa meraih gelar di musim dewa poker ini. apalagi sejauh ini, tim arahan Pep Gaurdiola ini sedang berada di puncak klasemen Liga Inggris yang mana unggul dengan 11 poin.

“Ini menjadi awal yang sangat bagus di musim ini. saya berharap kami bisa terus memenangkan pertandingan karena tim ini amat sangat pantas untuk bisa meraih kemenangan terus lewat cara kami bermain. Kami bakal berusaha dengan sangat baik merayakan sesuatu di akhir musim,” pungkas Silva.

Melaju dengan Arsenal

Tidak hanya Manchester City saja yang pasalnya lolos ke semifinal Piala Liga Inggris setelah mengalahkan lawannya. Arsenal juga pasalnya lolos ke semifinal liga tersebut di hari yang sama, Selasa (19/12). Man City pasalnya harus bersusah payah guna mengamankan tiket ke babak semifinal Piala Liga Inggris ini. pasalnya skuat dari Pep Guardiola ini kali ini lebih banyak mengandalkan pemain-pemain pelapisnya yang mana sempat ditahan dengan skor imbang 1-1.

Meskipun berstatus sebagai tim tandang, namun City bisa mengendalikan laga pada babak pertama. Dan mereka bahkan sempat juga unggul dengan gol dari Bernardo Silva di menit ke-26. Aksi itu bermula dari aksi ciamik dari Guendogan yang mana berhasil menembus pertahanan dari Leicester. Lalu pemain asal Jerman tersebut mengirim umpan matang tersebut yang akhirnya disempurnakan Silva.

Baik Arsenal dan juga City harus menungu pemenang dari laga Bristol City yang akan melawan Manchester United dan juga Chelsea yang akan melawan AFC Bournemouth.

Zinedine Zidane; Real Madrid Pantas ke Final Club World Cup

Real Madrid terus mendapatkan kemenangan. Bisa dibilang, pengaruh Zidane sebagai pelatih El Real telah membawakan klub pada masa kejayaannya saat ini. Sederet prestasi terus diraih oleh Real Madrid. Kemenangan demi kemenangan baik di liga lokal maupun internasional juga telah membuat sang pelatih semakin percaya diri jika Real Madrid pantas untuk masuk ke babak final Club World Cup. Ini bukanlah ungkapan kesombongan melainkan kemungkinan yang bisa dipastikan.

Real Madrid Terus Dominasi Pertandingan

Zinedine Zidane sempat memuji Al Jazira setelah mereka memaksa Real Madrid untuk bangkit dari ketertinggalan untuk mencapai final Piala Dunia FIFA. Real juga terus mendominasi pertandingan melawan juara Liga Pro UEA tersebut dengan melakukan 35 upaya untuk mencetak gol tetapi mereka dibuat tercengang oleh gol yang dilakukan Romarinho sebelum paruh waktu.

Tidak seberapa lama, Cristiano Ronaldo kemudian menyamakan kedudukan di babak kedua dan Gareth Bale menggandakan keunggulan di menit ke-81 dengan tendangan pertamanya setelah sebelumnya dia menghiasi bangku cadangan. Kemenangan ini dianggap pantas untuk Real Madrid dengan dominasi kekuatannya di setiap pertandingan. Selain itu, Real juga ingin merebut gelar juara untuk ketiga kalinya dalam empat tahun terakhir.

Zidane mengatakan kepada realmadrid.com: “Kami pantas mendapat kemenangan dan sebuah tempat di final. Itu yang kami harapkan. Dia mengatakan:

“Ini adalah babak pertama yang sangat aneh, tidak biasa mencetak gol saat Anda menciptakan banyak peluang. Hal yang hebat tentang sepak bola adalah kami memiliki waktu 45 menit untuk mengubah keadaan dan itulah yang kami lakukan. Kami sabar dan kami mengubahnya.”

“Setiap lawan bisa mendapatkan gol saat melawan Anda. Mereka sangat bagus dalam serangan balik. Itu adalah senjata yang mereka miliki dengan ketiga orang mereka. Di babak pertama, saya mengatakan kepada para pemain untuk tetap tenang karena kemungkinan akan datang. Kami mendapat kemenangan.”

Dia melanjutkan bahwa tidak ada yang namanya kemenangan mudah dalam sepak bola, sehingga mereka harus mengucapkan selamat kepada Al Jazira karena mereka melakukan pekerjaan yang bagus. Tidak hanya itu, Zidane juga terus memotivasi para pemainnya untuk tetap mengambil hal yang positif dan terus berjuang dengan cara yang benar. Kemenangan Real Madrid dianggap memang seharusnya demikian.

Zidane Kepada Pemain: Pikirkan Hal Positif

Dalam pertandingan melawan Al Jazair tersebut, Real Madrid, lewat Karim Benzema berhasil mencetak gol tetapi pada awalnya dianggap telah offside. Terlihat jika ada kebingungan, dengan wasit Sandro Ricci yang pada awalnya mengatakan jika telah terjadi offside dan gol tidak sah. Namun, dia kemudian berubah pikiran dan mengesahkannya setelah menyaksikan replay atau tayangan ulang video gol tersebut.

Zidane mengatakan: “Butuh waktu sekitar tiga atau empat menit untuk mencapai keputusan (gol tersebut) dan ini bukan pengalaman yang menyenangkan. Anda harus mengambil hal-hal positif dari hal-hal ini dan mencoba memperbaiki aspek yang lebih negatif.” Selain itu, Bale juga kritis terhadap sistem togel online namun senang bisa tampil sukses dari cedera betis.

Sedangkan Welshman, yang masa depannya di klub telah menjadi bahan perdebatan banyak pihak juga turut mengatakan: “Ini bagus untuk mencetak gol. Anda ingin memberikan pengaruh ketika Anda datang sebagai pengganti, tapi yang terpenting adalah kami menang dan kami berada di final.

Bagaimanapun, Real Madrid dan Zidane memang pantas untuk berada di final Club World Cup. Ada kemungkinan yang besar untuk mereka mendapatkan kemenangan untuk yang kesekian kalinya. Harapan Zidane dan pemain Real Madrid juga demikian. Akan tetapi, mereka juga tidak bisa berbesar kepala dan harus berlatih keras kembali.