Dokter Di Vatikan Debatkan Euthanasia (Bantuan Bunuh Diri)

“Kami tidak melakukan euthanasia sesering yang diminta,” kata GP Belanda Carin Littooji, yang menganjurkan untuk membantu kematian, yang biasanya diperuntukkan bagi para uskup di Vatikan.Euthanasia sendiri juga dikenal sebagai bunuh diri yang dibantu, bunuh diri dibantu dokter, kematian akibat bantuan dokter (disengaja) atau pembunuhan yang disahkan. Bisa juga diartikan sebagai tindakan yang disengaja dengan tujuan mengakhiri kehidupan untuk membebaskannya dari apa yang tidak dapat diatasi (penderitaan).

Isu Euthanasia yang Kontroversial

World Medical Association (WMA) telah berkumpul di jantung Gereja Katolik untuk memperdebatkan kebijakan pihak gereja tentang perawatan akhir kehidupan (euthanasia). Keberadaan WMA ini merupakan pesan yang sangat jelas terhadap isu euthanasia yang kontroversial. Begitu yang diungkapkan Jeff Blackmer, wakil presiden Asosiasi Medis Dunia di Kanada.

“Ini seperti mengadakan diskusi hak asasi manusia di Korea Utara,” kata Blackmer, yang negara asalnya mengizinkan pasien yang sakit parah untuk secara sah menerima bantuan medis untuk bunuh diri. “Ini bukan lingkungan yang netral.” Ya, euthanasia yang dipraktekkan oleh dokter untuk membantu bunuh diri yang diminta oleh seorang pasien, dianggap tidak etis oleh organisasi tersebut dimana organisasi itu memiliki lebih dari 100 organisasi medis nasional di antara para anggotanya.

Badan Penetapan Standar mendorong dokter di seluruh dunia untuk menahan diri agar tidak mendukung prosedur euthanasia walaupun mereka disahkan di negara mereka untuk melakukannya. Tapi asosiasi medis di Kanada dan Belanda, di mana kematian bursa togel yang dibantu juga legal untuk kondisi tertentu, menyerukan perubahan sikap di dalam WMA.

Littooji mengatakan seorang pasien YANG mengalami penderitaan yang tak tertahankan yang meminta kematian yang dibantu (euthanasia) sebelumnya akan dipantau oleh tim dokter selama kurun waktu tertentu. “Ini adalah jalan yang kita jalani bersama dari waktu ke waktu, pada akhirnya mirip seperti euthanasia tapi jauh lebih sering dikatakan sebagai kematian alami,” tambah Littooji.

Dukungan yang Besar

Presiden Asosiasi Medis Jerman, Frank Ulrich Montgomery, mengutip Sumpah Hipokrates yang telah berusia 2.400 tahun di konferensi tersebut dengan ucapan: “… saya juga tidak akan memberikan racun kepada siapapun saat diminta melakukannya, dan saya juga tidak menyarankan kursus semacam itu. “Sementara dia menyoroti survei dari beberapa negara industri yang menunjukkan dukungan mayoritas untuk orang-orang yang sakit parah secara legal untuk mengakhiri hidup mereka dengan bantuan dokter, dia mempertanyakan apakah dianggap sebagai “penyayang” jika membunuh pasien Anda.

“Dalam masyarakat liberal orang ingin memiliki pilihan dan juga pilihan sampai akhir hayat mereka. Apakah etika kita, keyakinan terdalam kita, tergantung pada pemilihan?” tambahnya. Memang dalam masyarakat modern, mereka selalu memiliki pilihan untuk dirinya sendiri. Namun, pilihan untuk membunuh diri sendiri dengan bantuan dokter ini masih terus diperdebatkan.

Ketua Royal Medical Association Belanda, Rene Heman mengatakan pada konferensi tersebut bahwa euthanasia “dapat diterima”. Memang, di Belanda, pasien harus terlebih dahulu mengalami penderitaan yang tak tertahankan tanpa ada indikasi akan mengalami penyembuhan atau sama sekali tidak memiliki kesempatan lagi untuk sembuh, untuk bisa memenuhi salah satu syarat dari prosedur euthanasia.

“Tidak akan pernah enak untuk dokter (untuk melakukannya),” dia mengakuinya. Ya, bahwa tindakan tersebut bukan pilihan yang enak untuk dokter. “Kemungkinan, euthanasia tidak mengurangi kepercayaan antara pasien dan dokter. Pasien tahu dia bisa mengandalkan dokter ini.”

Sebuah surat dari Paus dibacakan pada konferensi tersebut, mengulangi pertentangan Gereja Katolik yang tak tergoyahkan terhadap tindakan tersebut.Selama sesi istirahat, para peserta konferensi tersebut juga ditawarkan buku dengan judul seperti “Trauma Pasca-Aborsi” atau “Risiko Eugenik” oleh Akademi Kepausan Vatikan untuk Kehidupan.