Jadi Tersangka Kecelakaan Setnov, Hilman Keluar Dari MetroTV

Kecelakaan Ketua DPR-RI, Setya Novanto alias Setnov pada Kamis (16/11) malam kemarin sepertinya berbuntut buruk pada Hilman Mattauch. Hilman sendiri adalah sopir dari Toyota Fortuner yang menabrak tiang listrik dalam kecelakaan tunggal dan mengakibatkan Setnov harus dirawat di rumah sakit hingga saat ini. Terungkap jika Hilman adalah salah satu wartawan media MetroTV.

 

Sekedar informasi, beberapa waktu sebelum kecelakaan, Setnov sempat melakukan wawancara eksklusif lewat telepon bersapa MetroTV menggunakan ponsel Hilman. Diduga karena fokus dengan ponsel, Hilman akhirnya kehilangan fokus mengemudi dan berujung pada kecelakaan sehingga membuat dirinya ditetapkan sebagai tersangka sejak Jumat (17/11) sore. Tersangkut kasus Setnov, Hilman rupanya memilih mundur dari MetroTV sejak Sabtu (18/11) kemarin, seperti dilansir Detik.

 

Keputusan Hilman mengundurkan diri sebagai kontributor MetroTV ini dibenarkan oleh pemimpin redaksi Don Bosco Salamun hari Minggu (19/11). Don menjelaskan kalau keputusan Hilman itu terjadi usai dirinya menghadiri sidang di MetroTV. Dalam sidang itu, pihak MetroTV menemukan sejumlah pelanggaran seperti Hilman mengemudikan mobil untuk narasumber memakai mobil pribadinya. Bahkan meskipun Hilman tidak mengundurkan diri, status tersangka dan pelanggaran yang dia lakukan membuatnya akan dipecat dari MetroTV.

 

“Yang bersangkutan menjalankan tugas di luar tugas pokoknya sebagai jurnalis yaitu mengemudikan mobil untuk mengantar narasumber ke MetroTV. MetroTV punya SOP narasumber hanya boleh diantar jemput oleh mobil khusus MetroTV plus sopirnya. Tapi Hilman mau mundur atau tidak, sebenarnya MetroTV sudah menemukan beberapa alasan untuk menghentikannya,” jelas Don.

 

Hilman Langgar Kode Etik Profesi Wartawan?

 

Atas keberadaan Hilman dalam arus kasus Ketua Umum Golkar yang diduga melakukan korupsi mega proyek e-KTP sebesar miliaran rupiah itu, Dewan Pers menilai Hilman melanggar kode etik wartawan. Ketua Dewan Pers yakni Yosep Adi Prasetyo menyebutkan kalau pihaknya tengah mendalami keterlibatan Hilman sesaat sebelum kecelakaan mobil di kawasan Permata Hijau itu. Hubungan Hilman dan Setnov memang layak dipertanyakan karena Setnov kala itu tengah diburu KPK sementara Hilman adalah seorang wartawan.

 

“Dari sisi etika profesi, Hilman adalah wartawan, kenapa dia mendampingi, menyopiri orang yang sedang dicari KPK? Saya khawatir Hilman tidak sekadar menjalankan tugas selaku jurnalis ketika bersama Novanto karena dia rela jadi sopir. Padahal wartawan tidak boleh jadi sopir atau pengawal seseorang yang tengah dicari aparat penegak hukum,” ungkap Yosep.

 

Senada dengan Yosep, kritikus media yakni Andreas Harsono juga menilai keterlibatan Hilman cukup janggal. “Jika Hilman memang mengutamakan kepentingan publik untuk mewawancarai Novanto, tidak ada masalah dengan kode etik, hanya saja dia harus berani menempuh risiko pidana. MetroTV juga harus membuka keterlibatan jurnalisnya sendiri. Mereka wajib menanyakan kenapa bukan memakai mobil operasional media bursatogel untuk menjemput Novanto karena memang aneh MetroTV tidak meliput secara independen.”

 

Polda Metro Jaya Wajibkan Hilman Terus Laporan

 

Kini setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka, Polda Metro Jaya mewajibkan Hilman untuk terus melapor. “Tersangka diwajibkan untuk lapor diri satu minggu sebanyak dua kali. Hilman tidak ditahan karena ancaman pidana dalam pelanggaran UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ di bawah lima tahun. Tersangka dikenakan Pasal 310 ayat 2 jo Pasal 283 UU No 22 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara satu tahun dan atau denda paling banyak dua juta rupiah,” ungkap AKBP Budiyanto, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.